Tanggal 17 Agustus 1950. Di Jakarta, sejumlah tokoh masa itu, dari politikus, seniman, hingga politikus-seniman, mendirikan Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA). Maksud pendirian lembaga ini adalah: “Menyadari bahwa Rakyat adalah satu-satunya pencipta kebudayaan, dan bahwa pembangunan kebudayaan Indonesia baru hanya dapat dilakukan oleh Rakyat, maka pada hari 17 Agustus 1950 didirikan Lem baga Kebudayaan Rakyat, disingkat LEKRA. LEKRA dikatakan sebagai sejarah organisasi kebudayaan yang fenomenal dikarenakan pada masa itu pengikut LEKRA sudah mencapai puluhan ribu orang. Sebelum kemerdekaan Indonesia dan sejak naiknya Jenderal Soeharto menjadi presiden, tidak ada organisasi kebudayaan yang mendekati skala massal ini. Pengaruh LEKRA pada tahun 1950-an dan 1960-an sangat luas. Tidak hanya di bidang seni modern seperti seni rupa dan sastra, tapi juga sampai cabang-cabang seni rakyat seperti ketoprak, tari tradisional, pesindenan, pedalangan dan seni batik. Tahun-tahun tersebut juga mer...